• 1

  • 2

  • 3

  • 4

Copyright 2017 - hmm-radio.net. All Rights Reserved.
ukbinaryoptions.net/Finpari Bonus Codes

Hikmat Rohani

 Setelah lelah karena usai berperang, Gengis Khan Raja Mongol yg termasyhur itu memutuskan untuk berburu ke hutan bersama para pejabat...
  INGAT SEORANG ANAK YANG SUKSES PASTI PUNYA ORANG TUA YANG BIJAKSANA, BUKAN ORANG TUA YANG MEMANJAKAN ANAKNYA    Jangan meremehkan hal2 kecil...

Renungan Hari Ini

  Kamis,   Baca: Kolose 1:3-14   “Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;” Kolose...

Kesehatan Kita

Penemuan Mutakhir di USA yg Menggemparkan Tentang Manusia SEHAT :   Menyatakan bahwa sel-sel kanker paling takut dengan CINTA.   Penelitian menemukan banyak orang...
    Formalin adalah bahan kimia berbahaya yang kerap dicampurkan ke makanan oleh pedagang curang. Sebagai konsumen kita pun jadi waswas, takut...

PEMULIHAN PONDOK DAUD

 

 

I.    Pemulihan Pondok Daud di Indonesia (GBI)

Syukur kepada Tuhan yang telah memakai Pdt. Dr. Ir. Niko Njotorahardjo untuk menjadi salah satu pioneer pemulihan pondok Daud di Indonesia. Hal ini telah menjadi berkat bagi imam-imam musik yang berada langsung dibawah penggembalaan Pdt. Niko khususnya. Pengurapan dan impartasi roh penyembahan yang kuat membuat kami menjadi berkat dalam pelayanan pujian penyembahan baik secara nasional maupun internasional. Hal ini kami alami ketika kami melayani bersama bapak gembala di Konvokasi Penjaga Sedunia di Yerusalem 2004, yang berlangsung dari tanggal 15 – 29 September 2004.

Tidak hanya melayani Pujian Penyembahan dalam pelayanan bapak gembala, tetapi juga bangsa-bangsa lain meminta tim Pujian dari Indonesia untuk melayani bersama mereka. Adapun hamba-hamba Tuhan yang meminta tim PW Indonesia melayani bersama mereka adalah Pdt. Matthew Kuruivila dari India, Pdt. Langton Gatsi dari Zimbawe, Pdt. Ulf Ekman dari Yerusalem, Pdt. Boris Grisenko dari Ukraina.

Suatu hari seorang hamba Tuhan menghampiri kami dan berkata bahwa tim PW kami kompak sekali dan pasti kami sering berlatih setiap hari. Tetapi fakta membuktikan bahwa kami jarang sekali bertemu untuk berlatih, terutama tim yang diutus ke konvokasi ini. Kami terdiri atas personil dari rayon-rayon yang berbeda. Adalah anugerah Tuhan jika orang lain yang menikmati pelayanan kami bisa menilai baik pelayanan kami.

Kesimpulan yang bisa dipetik bahwa hal diatas semua bisa terjadi karena Tuhan telah mempercayakan Roh Penyembahan yang kuat dalam pelayanan kami. Dan Tuhan juga nyatakan bahwa Tuhan telah memulai dengan roh membimbing para imam musik GBI dibawah penggembalaan Pdt. Dr. Ir. Niko N, hendaknya kita tidak mengakhiri dalam daging.

Pujian Penyembahan di gereja kami terkenal dengan Pujian Penyembahan yang musiknya sangat sederhana tapi kuat dalam pengurapan. Suatu pesan dari Tuhan bagi imam musik di wadah ini untuk menjaga pengurapan penyembahan yang kuat yang Tuhan telah percayakan bertahun-tahun sejak GBI (d/h Bethany) berdiri tahun 1988, dan tidak merusak jubah penyembahan ini hanya karena ingin menampilkan ‘aransemen musik’ yang lebih sophisticated. Hal ini bukan berarti kita tidak perlu mempersembahkan musik yang terbaik, tetapi baiklah dengan skill permainan yang semakin bagus harus juga diimbangi dengan kehidupan rohani yang semakin intim pula dengan Tuhan.

Jika pepatah dunia berkata ‘silent is gold’, mungkin hal ini berlaku bagi pelayanan pujian penyembahan di wadah kita bahwa “kesederhanaan musik itu emas bagi Tuhan untuk Dia pakai bagi kemuliaanNya dan mendatangkan kuasa kemuliaanNya dalam pelayanan kita lebih lagi”.

Suatu pesan yang Tuhan juga berikan sehubungan dengan pujian penyembahan di wadah kita adalah bahwa Tuhan merindukan penyembahan di Family Altar (FA) perlu terus dipertahankan kekuatannya, khususnya 1K14-26. Ini dikarenakan Tuhan telah mempercayakan jubah penyembahan yang mungkin tidak dimiliki oleh gereja lain seperti yang telah Tuhan percayakan kepada GBI dibawah penggembalaan Pdt. Dr. Ir. Niko Njotorahardjo. Dan pelayanan Pujian Penyembahanlah yang telah membawa gereja ini berkembang dan dipakai Tuhan sampai hari ini. Apa yang telah Tuhan mulai hendaknya kita meneruskannya sampai akhir.

II.   NEW WAVE of WORSHIP

Sewaktu kami berjaga di Menara Jaga Konvokasi Yerusalem, seorang imam musik menerima pernyataan dari Tuhan tanggal 16 Sept. 2004 pada hari raya Rosh Hashanah (Tahun Baru Yahudi) demikian “Tuhan sedang mencurahkan suatu gelombang penyembahan yang baru kepada gereja kita di Indonesia. Suatu pengurapan penyembahan yang baru dan kuat. Anggur baru telah dicurahkan. Oleh karena itu, kantong anggur yang barupun harus dipersiapkan”.

New Wave of Worship akan memanifestasikan kuasa dari pemulihan pondok Daud. Gelombang ini akan menyatakan:

  1. Kuasa Kerajaan Illahi (Kingdom Government)

Pemulihan Pondok Daud berpusat pada Tahta. Segala sesuatunya tentang tahta dan Yang duduk diatas Tahta. Didalam wahyu 4 dan 5, dinyatakan bahwa ke 24 tua-tua berada dihadapan tahta menyembah Dia. Pujian Penyembahan kita akan menjamah Sorga dan membawa perubahan di bumi. Ada manifestasi Illahi yang terjadi waktu kita menyembah dalam gelombang penyembahan yang baru yang Tuhan sedang curahkan hari-hari ini.

Gelombang ini bukan lagi membawa kehebatan kita bermain musik atau menyanyi, ataupun ketenaran suatu grup Pujian Penyembahan, tetapi akan menyatakan kemuliaan Anak Domba yang duduk di tahta.

Tahta berbicara mengenai pemerintahan dan kerajaan. Pemulihan Pondok Daud berbicara mengenai pemulihan Kepemimpinan atau pemerintahan. Kerajaan Allah sedang dipulihkan dan ditegakkan kembali. Colin Dye, Gembala Senior dari gereja Kensington Temple London, berkata bahwa hari-hari ini ada suatu Panggilan Profetik dari Roh Kudus yang mengatakan “Inilah waktunya untuk menurunkan pelayanan yang berpusat pada diri sendiri, dan beralih kepada pelayanan yang berpusat pada Kerajaan Allah”. Hal ini senada dengan apa yang Gembala Pembina kita katakan bahwa hari-hari ini kita sedang mendirikan Kerajaan Allah.

Pelayanan Pujian Penyembahan akan membawa kuasa Pemulihan. Nyanyian Kerajaan akan membawa kelepasan kepada orang yang terikat, ditawan, sakit dan menderita. Nyanyian-nyanyian itu keluar dari Tahta Anak Domba. Sama seperti Yesus mengusir roh jahat atas seseorang dan maka sesungguhnya Kerajaan Allah sedang datang pada orang tersebut. Dengan perkataan lain, orang yang dikuasai atau diperintah oleh kekuasaan roh jahat, telah mengalami pembebasan dan sekarang diperintah oleh Allah.

Orang-orang yang mendengar nyanyian-nyanyian baru dari Sorga menjadi takut lalu percaya kepada Tuhan. Akan ada penuaian jiwa-jiwa sewaktu Nyanyian yang diurapi dengan pengurapan raja mengalir dalam gereja.

  1. The Power of Unity

Pemulihan Pondok Daud juga berarti Pemulihan kuasa dari Kesatuan. 24 Tua-tua yang bersatu dihadapan tahta, mewakili 12 dari Jewish dan 12 lagi dari Gentiles. Carang asli bersatu dengan carang liar di dalam Kristus menjadi Satu Manusia Baru. Cawan, mewakili doa orang kudus, dan Kecapi, melambangkan pujian penyembahan dipersatukan. Doa dan penyembahan tidak dapat dipisahkan. Dalam doa dan penyembahan semua perbedaan teologia, doktrin, ataupun denominasi melebur dan semua bersatu dan terfokus hanya kepada Kristus.

Di pemandangan Allah kesatuan itu baik dan indah. Ada kuasa dalam hidup rukun bersama / unity (Mazmur 133). Para Pemuji penyembah dan pemusik harus hidup dalam kesatuan dan melayani dalam kesatuan. Hasilnya mereka akan melepaskan roh kesatuan atas jemaat yang dilayani.

Kesatuan merupakan buah dari pekerjaan Roh Kudus. Roh Kudus yang mempersatukan mengalir dari kepala terus ke janggut sampai ke jubah tubuh Kristus. Kesatuan merupakan penggenapan dari doa Tuhan Yesus sendiri di dalam Yohanes 17.

Ini merupakan isi hati Bapa yang paling dalam. Karena itu para pelayan pujian perlu meminta pertolongan Roh Kudus untuk menyatukan setiap pribadi dengan Tuhan melalui pujian dan penyembahan.

Seperti embun yang jatuh ke tanah dan melembutkan tanah dan dengan demikian mempersiapkan tanah itu untuk menerima benih yang ditabur, demikian juga kesatuan melepaskan roh kasih yang akan melembutkan hati yang keras dan membawa perdamaian bagi yang bertikai, sehingga benih firman Tuhan dapat bertumbuh dengan baik dalam hati kita. Yehuda harus membajak. Pujian penyembahan mempersiapkan tanah hati kita untuk menerima kebenaran Firman yang ditaburkan.

Sebagai salah satu penerapan yang bisa kita lakukan yang jarang ada di gereja kita adalah lagu-lagu Jewish Mesianik dinyanyikan di dalam gereja sebagai bukti penerimaan kita akan bangsa pilihan Tuhan. Dengan menyanyikan lagu-lagu dalam bahasa ibrani, kita gereja gentile menyatakan bahwa kita bersatu dengan gereja mesianik yahudi. Kita mengakui kesulungan bangsa Israel dan menolak replacement teology (teologi pertukaran) didalam pujian dan penyembahan kita. Hal ini merupakan salah satu penerapan dari apa yang terjadi di Sorga dimana ke 24 tua-tua menyembah bersama dihadapan tahta.

  1. Prophetic Ministry  (Pelayanan Profetik)

Untuk membawa tabut Allah kembali ke Sion diperlukan cara yang benar, petunjuk yang seharusnya, Petunjuk Allah (1 Taw. 15:13). Waktu Daud mencoba membawa kembali untuk pertama kalinya, Uza disambar oleh Tuhan karena mencoba menahan tabut jatuh dari kereta yang mengangkutnya. Bilangan 7:9 menerangkan petunjuk yang seharusnya yaitu dengan memikul tabut itu diatas bahu bukan dengan menaruhnya diatas kereta. Setelah Daud mengerti Bilangan 7:9 maka Daud membawa pulang tabut Allah ke Sion dengan dipikul oleh para imam, dan Tuhan memberkati perjalanan Daud.

Pemulihan Pondok Daud berbicara mengenai Pemulihan Pelayanan Profetik / Kenabian. Untuk mengerti sesuatu yang seharusnya dilakukan sesuai dengan kehendak Allah, Daud harus menjadi seorang yang profetik, yang mengerti isi hati Allah, sehingga ia mengerti “petunjuk yang seharusnya” didalam mengangkut tabut Allah tersebut.

Pujian Penyembahan yang dinaikkan oleh gereja hari-hari ini adalah Pujian Penyembahan yang dituntun oleh Roh Kudus, roh kenabian. Seperti Daud menari dengan penuh sukacita dibawah pengurapan Roh Kudus sampai-sampai Mikhal istrinya mengolok-olok Raja Daud, demikian juga Pelayanan Musik Pujian Penyembahan hari-hari ini adalah sesuatu yang keluar dari kebiasaan, sesuatu yang sudah baku dan nyaman (out of comfort zone). Roh Profetik anti dengan kenyamanan. Pujian dan Penyembahan profetik akan menerobos kebiasaan yang lama didalam memuji Tuhan.

Daud, kantong anggur baru, menerobos kebiasaan penyembahan ‘Mikhal’ yang melambangkan kantong anggur lama yang membawa ‘anggur lama Saul’ bapaknya. Tuhan layak menerima Pujian dan Penyembahan dari gerejaNya yang telah ditebus dengan harga yang mahal secara penuh. Segala keunikan dan kekayaan pujian dan penyembahan dalam tubuh Kristus perlu diekspresikan dengan bebas dan dengan sepenuhnya. Tuhan siap mencurahkan gelombang yang baru dalam penyembahan bagi kantong anggur yang baru pula. Pujian Penyembahan yang profetis akan selalu menyelaraskan pelayanan mereka dengan apa yang mereka lihat dan dengar dari Tahta.

Akan terdengar nyanyian-nyanyian yang baru. Akan terdengar bunyi-bunyian yang baru. Semuanya itu akan mendatangkan kemuliaan bagi Allah semesta alam. Allah akan berbicara kepada umatNya melalui pujian dan penyembahan. Inilah yang disebut tehillah.

III.             PEMULIHAN KARUNIA DAN JENIS MUSIK.

Di dalam pemulihan Pondok Daud karunia penebusan musik dari berbagai bangsa akan dan sedang dipulihkan. Pemandangan di Konvokasi Penjaga Sedunia Yerusalem 2004 akan membawa kita mendengar dan melihat masing-masing bangsa memuji dan menyembah Tuhan dengan style musik mereka yang unik yang Tuhan telah berikan kepada mereka.

Bangsa Afrika menaikkan pujian dengan style reggae yang kental dan dentuman drum yang kuat. Bangsa Tahiti, New Caledonia dan South Pacific Island lainnya hanya dengan menggunakan gendang dan alat pukul lainnya sebagai ciri khas bermusik mereka memuji-muji Tuhan. Dari Arab dan Israel dengan style musik yang diwarnai lagu-lagu bernada minor dengan menggunakan alat musik tabla, sitar dan suling. Pemuji dari Eropa membawa aliran musik jazz pop ataupun pop rock bagi Raja atas segala raja. Allah kita Allah yang kaya didalam bermusik. Setiap bangsa telah memiliki benih musik illahi yang menjadi karunia penebusan musik yang harus dikembalikan bagi kemuliaanNYA.

Indonesia mewarisi beribu-ribu suku bangsa dengan segala keunikannya termasuk keunikan seni musik. Jika hal ini bisa terexplorasi keluar akan mendatangkan beragam corak musik dan nyanyian bagi Tuhan. Adalah bagian pemuji dan penyembah didalam gereja untuk mengolah dan mendewasakan semuanya ini. Orang Jawa dengan gamelannya. Orang Bali dengan musik balinya. Orang Menado dengan kolintangnya. Orang Irian dengan tarian dan musiknya yang mirip dengan orang Afrika. Orang Ambon dengan musik yang mirip dengan Hawaiaan musik. Ada banyak lagi yang belum kita dengar dari Indonesia yang menunjukkan identitas musik Indonesia yang belum kita persembahkan bagi Tuhan.

f t g m